
Senja di Lubang Buaya
Oleh: Dimas Indra Pratama Malam itu kelam mencengkeram Tujuh nama terukir dalam luka bangsa Darah mengalir di tanah Lubang Buaya Menjelma tangis ibu pertiwi.

Oleh: Dimas Indra Pratama Malam itu kelam mencengkeram Tujuh nama terukir dalam luka bangsa Darah mengalir di tanah Lubang Buaya Menjelma tangis ibu pertiwi.

Oleh: Nazar Junio Di Hari Miladmu yang Penuh Berkah Di ufuk Pondok Darun Nun, cahaya pagi merekah Membawa kabar bahagia, menebar senyum yang ramah Hari

Oleh Ebnu Hajar Jika kau singgah di tempatku kau mungkin terheran melihat bedanya tak semaju kotamu tak secanggih duniamu Namun… di sini pun ada asa

Oleh: Zahriyatun Nafiah Susunan telah disusun dengan sangat tersusun Susunan disusun dengan cara yang santun Menata waktu dengan penuh perhitungan Merangkai harapan di setiap perencanaan

Oleh Zid-li Auliyana Luthfillah Bangga dengan diriku yang sekarang? Yang sudah tidak mengganggumu lagi Yang memberikanmu ruang tenang Yang hanya memberikan senyuman mini

Oleh: Ahmad Mumtaaz kau menggantung di langit seperti rahasia yang tak pernah habis ditebak Malam yang hitam tak lagi sepi sebab sinarmu menyulap sunyi menjadi

Oleh: Aas Siti Aisah Hidup hanya sekali, Malah terlahir di negeri yang dijajah sistem sendiri. Satu nyawa, satu kesempatan, Malah dipimpin makhluk-makhluk yang menjual nurani

Karya: Naila Humairo Ya Rabb, dalam sujudku yang sederhana, Ada tangis yang tak sempat berbicara. Kata-kata pun kadang hilang makna, Namun Engkau

Oleh: Ebnu Hajar Langkahkan kaki… Biar sedikit namun tetaplah maju Agar tidak mundur kembali Untuk menggapai sebuah impian Sangat Sulit… Sangat sulit menggapai impian Sangat

Oleh: Muh. Sabilar Rusydi Aku yang hidup sekali pada episode Yang selalu menjadi misteri Hidup yang sekali mendayung Dua tiga pulau terlampaui Sekali jatuh, dua