PUISI

Senja di Lubang Buaya

Oleh: Dimas Indra Pratama   Malam itu kelam mencengkeram Tujuh nama terukir dalam luka bangsa Darah mengalir di tanah Lubang Buaya Menjelma tangis ibu pertiwi.

Read More »

Anak rantau yang Rindu

Oleh Ebnu Hajar Jika kau singgah di tempatku kau mungkin terheran melihat bedanya tak semaju kotamu tak secanggih duniamu Namun… di sini pun ada asa

Read More »

Pengatur dari Segala Pengatur

Oleh: Zahriyatun Nafiah Susunan telah disusun dengan sangat tersusun Susunan disusun dengan cara yang santun Menata waktu dengan penuh perhitungan Merangkai harapan di setiap perencanaan

Read More »

Kita yang Berbeda

Oleh Zid-li Auliyana Luthfillah   Bangga dengan diriku yang sekarang? Yang sudah tidak mengganggumu lagi Yang memberikanmu ruang tenang Yang hanya memberikan senyuman mini  

Read More »
Dibalik Bulan

Dibalik Bulan

Oleh: Ahmad Mumtaaz kau menggantung di langit seperti rahasia yang tak pernah habis ditebak Malam yang hitam tak lagi sepi sebab sinarmu menyulap sunyi menjadi

Read More »

Monolog anak bangsa

Oleh: Aas Siti Aisah Hidup hanya sekali, Malah terlahir di negeri yang dijajah sistem sendiri. Satu nyawa, satu kesempatan, Malah dipimpin makhluk-makhluk yang menjual nurani

Read More »
Simpuh

Simpuh

  Karya: Naila Humairo   Ya Rabb, dalam sujudku yang sederhana, Ada tangis yang tak sempat berbicara.   Kata-kata pun kadang hilang makna, Namun Engkau

Read More »

Meraih impian

Oleh: Ebnu Hajar Langkahkan kaki… Biar sedikit namun tetaplah maju Agar tidak mundur kembali Untuk menggapai sebuah impian Sangat Sulit… Sangat sulit menggapai impian Sangat

Read More »

Sekali

Oleh: Muh. Sabilar Rusydi Aku yang hidup sekali pada episode Yang selalu menjadi misteri Hidup yang sekali mendayung Dua tiga pulau terlampaui Sekali jatuh, dua

Read More »