MENOLEH SEJENAK- lekas pulih kota dingin
Oleh: Nurmiati Habibi Gemuruh angin di tengah terik matahari panas membawa kesejukan tersendiri. Perjalanan menyusuri kota yang kaya akan keindahan alam membuat mata
Oleh: Nurmiati Habibi Gemuruh angin di tengah terik matahari panas membawa kesejukan tersendiri. Perjalanan menyusuri kota yang kaya akan keindahan alam membuat mata
Oleh: Achsanul Fikri Arrizki Hawa dingin mulai menusuk dikulit, hawa dingin yang khas dimana hawa ini menunjukkan waktu fajar sudah datang menghampiri. Mata yang masih
Oleh : Hilwah Tsaniyah Dua tahun yang lalu tepat di sini, di ruangan kelas yang penuh dengan sejuta kenangan di dalamnya. Aku di sini
Oleh: Fitriatul Wilianti Secercah jingga mulai tampak, indah, begitu tenang seakan-akan ia mengajakku untuk ikut tersenyum bersamanya. Tetapi angin laut tak mau kalah,ia menusukku hingga
Oleh. Charirotut Tohiroh “Brakkkk” Tumpukan barangku jatuh dari pelukan tanganku ketika aku terburu-buru untuk memindahkannya ke tempat kos teman kamarku di ma’had. Lulus dari ma’had
Oleh: Siti Khoirun Niswah Selesai menghadiri undangan pernikahan, ku akan kembali ke Kota Malang. Sedari rumah, ku melihat tiket kereta dan baru teringat ternyata ku
Oleh: Ilman Mahbubillah Rumah adalah tempat bagi semua yang kembali, tempat dimana banyak doa-doa ku bersemayam, tempat semoga-semogaku pulang dan menemukan tujuan. Seperti hari itu,
Oleh: Dyah Ayu Fitria Jalan itu mengingatkanku
Oleh : Muflikha Ulya Kulihat secarik kertas tergeletak di depan pintu, sekilas terlihat seperti sebuah surat, tanpa berfikir panjang aku lansung mengambilnya, ternyata memang benar
Oleh : Novia Anggraeni Pagi itu matahari masih menyamarkan dirinya dibalik awan malam. Kabut dingin berada pada titik terendahnya membuat para pemuja mimpi enggan untuk