PUISI

Mawar Menghitam

oleh Muflikhah Ulya Ia dipuji angin, dicium cahaya, hingga lupa, duri pun bagian dari doa yang tumbuh dari tanah. Ketika ia terlalu condong mengejar kagum

Read More »

Poro Padu

Oleh Zid-li Auliyana Luthfillah Kok yo seneng men poro padu Rungokno kritik saran kancamu Mbok bantah ae, ngrungokne ra kolu Sakjane Iku ati ta watu?

Read More »
Irisan Risau - Puisi Karya Meisya Eva Natasya

Irisan Risau

Karya: Meisya Eva Natasya   Diantara senja yang meredup perlahan Risau mengiris tanpa suara ataupun keluhan Tak berdarah, namun nyerinya menetap di ruang kenangan Menunggu

Read More »
Rahasia Dapur Ibu oleh Meisya Eva Natasya

Rahasia Dapur Ibu

Karya: Meisya Eva Natasya Disudut dapur yang berasap lembut Tersimpan doa dalam wanginya tumisan Sendok kayu menari di atas api Seolah tau arti kasih tanpa

Read More »

Di Bawah Matahari Merah

Oleh : Ilman Mahbubillah Jerit ibu menggema di antara reruntuhan, derit cucuran abu menyeruak ketika target utama diledakkan, dilema di bawah endapan debu; mencium nasib

Read More »

Surat Lintas Waktu

Oleh : Ilman Mahbubillah Aku tak benar-benar tau, sebenarnya apa yang selalu kau panjatkan dalam doamu. Sebab setelah kuratapi kepergianmu, ternyata aku tidaklah kehilangan sesuatu;

Read More »