
- darunnun@gmail.com
- Malang-Jawa Timur
- Al-Quran Online

Kerap kali, banyak yang tak tau Bima dalam arah peta

oleh Muflikhah Ulya Ia dipuji angin, dicium cahaya, hingga lupa, duri pun bagian dari doa yang tumbuh dari tanah. Ketika ia terlalu condong mengejar kagum

Oleh Zid-li Auliyana Luthfillah Kok yo seneng men poro padu Rungokno kritik saran kancamu Mbok bantah ae, ngrungokne ra kolu Sakjane Iku ati ta watu?

Karya: Meisya Eva Natasya Diantara senja yang meredup perlahan Risau mengiris tanpa suara ataupun keluhan Tak berdarah, namun nyerinya menetap di ruang kenangan Menunggu

Karya: Meisya Eva Natasya Aku menatap cermin di pagi yang bisu Ada wajah yang kukenal tapi terasa baru Matanya menyimpan sisa mimpi semalam Dan

Karya: Meisya Eva Natasya November datang dengan langit yang muram Hujan turun lagi tanpa jeda yang diam Mengangkat aroma tanah yang pelan naik ke

Karya: Meisya Eva Natasya Disudut dapur yang berasap lembut Tersimpan doa dalam wanginya tumisan Sendok kayu menari di atas api Seolah tau arti kasih tanpa

Oleh : Ilman Mahbubillah Jerit ibu menggema di antara reruntuhan, derit cucuran abu menyeruak ketika target utama diledakkan, dilema di bawah endapan debu; mencium nasib

Oleh : Ilman Mahbubillah Dalam waktu pengembaraan di antara gelap dan sebelum cahaya, begitu banyak mimpi yang dilontarkan pada sudut-sudut semesta. Namun kali ini, sebelum

Oleh : Ilman Mahbubillah Aku tak benar-benar tau, sebenarnya apa yang selalu kau panjatkan dalam doamu. Sebab setelah kuratapi kepergianmu, ternyata aku tidaklah kehilangan sesuatu;